WIKA merencanakan Restrukturisasi Utang Selesai Semester Dua 2026
JAKARTA – Perusahaan konstruksi milik negara, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), sedang mempersiapkan peta jalan untuk restrukturisasi utang yang diproyeksikan dapat mulai diterapkan serta diselesaikan pada semester II/2026.
Langkah korporasi ini nantinya akan meliputi penyesuaian nilai bunga kupon, penataan ulang jadwal jatuh tempo untuk pokok dan bunga pada paruh kedua tahun ini, hingga penyesuaian dalam pemenuhan rasio keuangan.
Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, Ngatemin, mengungkapkan bahwa WIKA akan segera melaksanakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) serta Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) dalam waktu dekat demi melancarkan strategi tersebut, sebagaimana dilansir dari berita sumber:
“Perseroan perlu melakukan restrukturisasi komprehensif melalui RUPO dan RUPSU kepada pemegang obligasi sukuk maupun bilateral kepada perbankan pada awal semester II/2026,”
Sebelum berlanjut ke forum RUPST, jajaran manajemen WIKA mematok target agar formula final dari usulan draf penataan kewajiban menyeluruh ini bisa diselesaikan pada akhir semester I/2026 sekarang.
Melalui skema tersebut, rangkaian proses pelaksanaan restrukturisasi diharapkan dapat langsung bergulir di paruh kedua.
Mengenai detail formula ataupun besaran penyesuaian tarif kupon dan imbal hasil baru yang bakal ditawarkan kepada para kreditur, pihak WIKA menyampaikan bahwa hal tersebut hingga kini masih dalam proses pematangan secara formal.
Ngatemin menambahkan bahwa besaran bunga sekaligus jadwal pembayaran pokok dan bunga yang mengikat perusahaan saat ini masih merujuk pada ketetapan lama yang tertuang di dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta Master Restructuring Agreement (MRA), sebagaimana dilansir dari berita sumber:
“Adapun skema baru yang akan diusulkan kepada pemegang obligasi sukuk maupun perbankan, saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif dengan pemegang saham mayoritas perseroan,”
Di kala proses pemulihan sedang berjalan, WIKA membukukan kenaikan Gross Profit Margin (GPM) dari 7,9% pada 2024 menjadi sebesar 8,5% pada 2025.
Perusahaan juga berhasil memangkas utang usaha senilai Rp1,79 triliun serta utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun. Di samping itu, nilai piutang turut mengalami penurunan sebesar Rp1,89 triliun menjadi Rp4,58 triliun.
Selama tahun buku 2025, WIKA berhasil meraup kontrak baru senilai Rp17,46 triliun dengan jumlah keseluruhan aset mencapai Rp50,15 triliun.
Manajemen menyatakan bakal terus melanjutkan program penguatan struktur keuangan melalui tiga pilar utama, yaitu restrukturisasi secara komprehensif, divestasi pada aset non-inti, serta pemulihan piutang.