Hasil Dari Investasi Prudential Syariah Alami Penyesuaian Kuartal I 2026

ILUSTRASI, pekerja di prudential syariah (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:32:48 WIB

JAKARTA - PT Prudential Sharia Life Assurance atau Prudential Syariah mencatatkan adanya penyesuaian pada kinerja hasil investasi asuransi syariah mereka selama kuartal I-2026. Kondisi ini disebabkan oleh volatilitas yang melanda pasar keuangan, baik di kancah global maupun domestik. Informasi terkait fluktuasi pasar tersebut dikutip dari Keuangan pada Jumat (22/5/2026).

Kondisi pasar keuangan yang bergerak dinamis ini tampak dari laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang menyusut di kisaran minus 5% hingga minus 6% secara kuartalan, sementara IHSG mencatatkan koreksi yang jauh lebih dalam.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama memaparkan bahwa instrumen yang berbasis ekuitas menerima efek penyesuaian yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Hal ini menunjukkan bahwa instrumen berbasis ekuitas mengalami penyesuaian yang lebih signifikan dibandingkan instrumen lainnya," ujar Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.

Di sisi lain, instrumen pendapatan tetap syariah semacam sukuk dinilai masih relatif stabil lewat perolehan imbal hasil yang kompetitif di rentang 5,5% sampai 5,9%. Strategi diversifikasi investasi beserta penguatan asset liability management (ALM) kemudian diterapkan guna mengamankan portofolio perusahaan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Perusahaan juga melakukan penempatan pada saham syariah secara selektif untuk menjaga potensi imbal hasil jangka panjang, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kondisi pasar yang dinamis," kata Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.

Sebagai langkah mitigasi atas risiko pasar ke depan, jajaran manajemen akan terus mengevaluasi alokasi aset secara periodik serta berfokus pada instrumen-instrumen yang ditopang oleh fundamental kuat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Setiap instrumen investasi dipastikan memenuhi ketentuan syariah serta menghindari unsur riba, gharar, dan maisir," tutur Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil investasi industri asuransi syariah secara nasional berada pada angka minus Rp 121,84 miliar per Maret 2026, setelah pada bulan terdahulu sempat membukukan surplus Rp 545,24 miliar pada Februari 2026.

Reporter: Gemilang Ramadhan