JAKARTA - Pergerakan pasar kripto memasuki awal kuartal kedua 2026 menunjukkan sinyal yang mulai membaik.
Setelah mengalami tekanan sepanjang kuartal pertama, aset digital utama kini mulai memperlihatkan potensi pemulihan yang menarik perhatian pelaku pasar.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin menguat sebesar 1,65% dan bertengger di level 68.300 dolar AS atau setara Rp1.159.014.117. Penguatan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh MA-50 di kisaran 68.500.
Dominasi pasar Bitcoin atau BTC.D kini berada di level 58,70%. Sementara itu, total kapitalisasi pasar aset kripto juga mengalami kenaikan sebesar 1,90% ke posisi 2,33 triliun dolar AS.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto mulai kembali meningkat. Investor terlihat merespons positif berbagai sentimen global yang berkembang.
Pergerakan Top Gainer dan Top Loser
Dalam periode 24 jam terakhir, sejumlah aset kripto mencatatkan pergerakan ekstrem. Beberapa di antaranya bahkan mengalami lonjakan maupun penurunan yang sangat signifikan.
Untuk kategori top gainer, StakeStone (STO) mencatatkan kenaikan 50,48%. Disusul oleh Nomina (NOM) yang naik 39,22% dan KernelDAO (KERNEL) yang menguat 38,20%.
Di sisi lain, terdapat pula aset yang mengalami penurunan tajam. Siren (SIREN) turun 67,80%, Arena-Z (A2Z) melemah 53,45%, dan Stella (ALPHA) terkoreksi 51,50%.
Data ini diambil pada pukul 08:00 WIB dan mencerminkan tingginya volatilitas di pasar kripto. Kondisi ini memberikan peluang sekaligus risiko bagi investor.
Sentimen Global Dorong Penguatan Bitcoin
Memasuki hari pertama kuartal kedua, Bitcoin menunjukkan performa positif dengan naik ke atas level 68.000 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh sinyal meredanya konflik di Timur Tengah.
Optimisme pasar diperkuat oleh sikap Donald Trump yang bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran. Selain itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga membuka peluang perdamaian dengan syarat tertentu.
Berita tersebut langsung memicu penguatan indeks utama Wall Street. Dampaknya, harga minyak mentah mengalami tekanan dan memberikan ruang bagi Bitcoin untuk menguat.
Bitcoin pun berhasil memutus tren penurunan bulanan sejak Oktober tahun lalu. Pada Maret, aset ini ditutup di level 68.233 dolar AS, naik 1,83% dari pembukaan awal bulan.
Evaluasi Kinerja Kuartal Pertama
Meskipun mencatatkan penutupan positif di bulan Maret, performa keseluruhan kuartal pertama 2026 masih tergolong mengecewakan. Bitcoin mengalami koreksi sebesar 22% sepanjang periode tersebut.
Harga Bitcoin turun dari 87.508 dolar AS di awal tahun menjadi sekitar 68.200 dolar AS di akhir kuartal. Penurunan ini mencerminkan tekanan yang cukup besar di pasar kripto.
Namun, data historis memberikan harapan baru bagi investor. Dalam 12 tahun terakhir, kuartal kedua rata-rata mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,45%.
Pola pemulihan serupa pernah terjadi pada 2025. Saat itu, Bitcoin melonjak hampir 30% setelah mengalami penurunan pada kuartal pertama.
Faktor Penentu Pergerakan Pasar Selanjutnya
Peluang rebound pada tahun ini sangat bergantung pada perkembangan geopolitik. Perdamaian permanen antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor kunci.
Selain itu, pembukaan kembali Selat Hormuz juga berperan penting dalam menjaga stabilitas pasar global. Jalur ini merupakan salah satu titik vital dalam distribusi energi dunia.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI dan PPI. Data ini akan digunakan untuk mengukur dampak lonjakan harga minyak yang terjadi sebelumnya.
Berdasarkan data CME FedWatch, pasar hampir sepenuhnya meyakini bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga di level 3,50% hingga 3,75%.
Rekomendasi Altcoin Hari Ini
Selain Bitcoin, sejumlah altcoin juga menjadi perhatian investor. Beberapa di antaranya dinilai memiliki potensi pergerakan menarik dalam jangka pendek.
Untuk HYPE yang bergerak di sektor DEX, rekomendasi entry berada di kisaran Rp625.000. Target take profit berada di Rp795.000 dengan batas stop loss di Rp560.000.
Selanjutnya, PENDLE yang terkait dengan sektor RWA memiliki area entry di Rp18.500. Target profit berada di Rp23.000 dengan stop loss di Rp16.900.
Sementara itu, LDO dari sektor liquid staking direkomendasikan entry di Rp5.500. Target kenaikan berada di Rp6.500 dengan batas risiko di Rp5.080.
Dengan berbagai sentimen yang berkembang, pasar kripto memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan. Namun, investor tetap perlu berhati-hati dalam menghadapi volatilitas yang tinggi.