ABMM Milik Portofolio Lo Kheng Hong Siapkan Dua Ekspansi Tambang Batu Bara pada 2026 untuk Dongkrak Kinerja

Senin, 30 Maret 2026 | 12:02:27 WIB
ABMM Milik Portofolio Lo Kheng Hong Siapkan Dua Ekspansi Tambang Batu Bara pada 2026 untuk Dongkrak Kinerja

JAKARTA - Setelah melalui periode penuh tekanan pada tahun sebelumnya, PT ABM Investama Tbk. (ABMM) mulai menyusun langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya. 

Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu emiten dalam portofolio investor Lo Kheng Hong ini kini mengarahkan fokus pada penguatan operasional serta ekspansi di sektor pertambangan batu bara.

Perubahan arah strategi tersebut menjadi respons atas penurunan kinerja keuangan sepanjang 2025. Meski demikian, manajemen menilai fondasi bisnis perseroan tetap terjaga dan siap menopang pertumbuhan di masa mendatang. Dengan kombinasi antara efisiensi operasional dan ekspansi terukur, ABMM menatap 2026 sebagai momentum pemulihan.

Penurunan Kinerja Keuangan Sepanjang 2025

PT ABM Investama Tbk. (ABMM) merancang fokus strategi pada 2026 setelah mencatatkan penurunan kinerja keuangan cukup dalam sepanjang 2025. Berdasarkan laporan kinerja keuangan per akhir Desember 2025, emiten yang sahamnya dikoleksi oleh investor kawakan Lo Kheng Hong ini membukukan laba bersih US$70,61 juta atau merosot 49,33% dibanding 2024 senilai US$139,36 juta.

Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan kinerja pendapatan perseroan yang juga terkontraksi. Hingga akhir Desember 2025, ABMM mengantongi pendapatan senilai US$1,03 miliar atau turun 13,50% year on year (YoY).

Direktur ABMM Hans Manoe mengatakan kinerja perseroan pada 2025 mencerminkan hasil dari pelaksanaan strategi yang kami jalankan secara konsisten di seluruh unit usaha.

“Perseroan senantiasa waspada terhadap perubahan lingkungan eksternal dan berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” paparnya dalam keterangan resmi.

Meski mengalami tekanan, perusahaan tetap menjaga stabilitas operasional dan berupaya mempertahankan daya saing di tengah dinamika industri yang tidak menentu.

Penguatan Fundamental dan Efisiensi Operasional

Dengan berfokus pada keunggulan operasional serta pengelolaan keuangan yang disiplin, ABMM disebut telah memperkuat fundamental perseroan dan menjaga daya saing serta kinerja di tengah persaingan industri melalui optimalisasi aset operasional dan pengelolaan investasi strategis secara efektif guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk menghadapi tantangan eksternal yang terus berkembang. ABMM menilai bahwa penguatan internal menjadi fondasi utama sebelum melakukan ekspansi yang lebih agresif.

Efisiensi operasional dan pengelolaan aset yang optimal diharapkan mampu memberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap tumbuh meskipun kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.

Dua Fokus Ekspansi Tambang Batu Bara

Pada 2026, ABMM akan fokus pada dua ekspansi di sektor pertambangan batu bara. Pertama, ABMM memfokuskan pengembangan operasional tambang batu bara di Provinsi Aceh yang telah berhasil merealisasikan penjualan batubara perdana pada Februari 2026.

Tambang tersebut diharapkan dapat mencapai produksi bulanan yang stabil untuk mendukung kinerja perseroan sepanjang 2026. Keberhasilan penjualan perdana ini menjadi sinyal awal bahwa proyek tersebut memiliki potensi kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

Kedua, ABMM melanjutkan ekspansi aset tambang batu bara yang baru diakuisisi di Kalimantan Tengah. Saat ini, aset tersebut tengah menjalani proses kelengkapan perizinan yang diperlukan menjelang target Tanggal Operasi Komersial (COD) pada kuartal III/2026.

Kedua proyek ini diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan kinerja ABMM dalam jangka menengah hingga panjang.

Komitmen Good Mining Practices dan Diversifikasi Bisnis

Sejalan dengan pedoman yang berlaku, ABMM tetap berkomitmen penuh untuk menerapkan dan menjunjung tinggi prinsip Good Mining Practices di seluruh lokasi operasional.

Selain fokus pada batu bara, perusahaan juga mulai mengarahkan strategi jangka panjang pada pengembangan sumber pendapatan non-batubara. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor sekaligus memperkuat ketahanan bisnis.

Ke depannya, ABMM juga akan terus melaksanakan inisiatif strategis jangka panjang yang berfokus pada pengembangan sumber pendapatan non-batubara, khususnya pada segmen logistik dan pabrikasi, melalui pertumbuhan non-organik di bisnis-bisnis yang berdekatan (adjacent businesses).

“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam ekosistem usaha perseroan serta memastikan keselarasan strategi dengan visi perseroan untuk memperkokoh posisi perseroan sebagai entitas rantai nilai pertambangan yang terkemuka dan terpercaya di Indonesia.”

Dengan strategi tersebut, ABMM berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko, sekaligus memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika industri pertambangan.

Terkini