JAKARTA - Upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Jakarta terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai program sosial.
Salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah adalah memperluas program bedah rumah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), lembaga sosial, hingga sektor swasta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendorong seluruh BUMD di Jakarta untuk berpartisipasi aktif dalam program bedah rumah. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang tinggal di hunian tidak layak agar mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Program bedah rumah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Ibu Kota. Dengan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, pemerintah berharap semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat dari perbaikan rumah tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Pramono secara langsung menyerahkan sejumlah rumah yang telah selesai diperbaiki melalui program kolaborasi antara Baznas Bazis DKI Jakarta, BUMD, BUMN, serta perusahaan swasta.
Adapun hari ini, Pramono resmi menyerahkan 26 rumah hasil program bedah rumah hasil kolaborasi dari Baznas Bazis DKI Jakarta bersama beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta.
“Jadi, tentunya semua BUMD diberikan kesempatan. Hari ini yang bersama-sama dengan Baznas Bazis adalah PAM Jaya, kemudian Dharma Jaya. BUMN-nya ada Pertamina, Pegadaian. Swastanya juga ada Tokio Marine dan PT Malahayati,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin.
Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Program Bedah Rumah
Program bedah rumah di Jakarta tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga didukung oleh berbagai institusi yang berpartisipasi dalam memperbaiki kondisi hunian masyarakat.
Baznas Bazis DKI Jakarta menjadi salah satu lembaga yang berperan penting dalam menjalankan program tersebut. Melalui kolaborasi dengan sejumlah BUMD, BUMN, dan perusahaan swasta, program ini dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.
Dalam program yang baru saja diserahkan tersebut, beberapa perusahaan dan institusi terlibat secara langsung dalam proses perbaikan rumah warga.
PAM Jaya diketahui membedah sebanyak 15 unit rumah, sementara Dharma Jaya memperbaiki 10 unit rumah. Selain itu, Pertamina juga berkontribusi dalam perbaikan delapan unit rumah.
Sementara itu, Pegadaian membantu membedah dua unit rumah, perusahaan asuransi Tokio Marine memperbaiki lima unit rumah, dan PT Malahayati Nusantara Raya turut membedah sebanyak 16 unit rumah.
Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap semakin banyak pihak yang ikut terlibat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan hunian yang lebih layak.
Biaya Renovasi dan Dukungan Sementara bagi Warga
Dalam pelaksanaan program bedah rumah, setiap unit hunian membutuhkan biaya renovasi yang cukup besar. Pramono menjelaskan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki satu unit rumah berkisar antara Rp50 juta hingga Rp55 juta.
Biaya tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada rumah yang sebelumnya dinilai tidak layak huni. Proses renovasi biasanya mencakup perbaikan struktur bangunan, atap, dinding, hingga fasilitas dasar agar rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditinggali.
Selama proses renovasi berlangsung, warga yang rumahnya sedang dibedah tidak dapat tinggal di tempat tersebut. Oleh karena itu, pihak Baznas Bazis juga menyediakan dukungan sementara bagi warga berupa biaya untuk menyewa tempat tinggal.
Warga yang rumahnya sedang diperbaiki biasanya tinggal sementara di rumah kontrakan atau kamar kos hingga proses renovasi selesai. Biaya sewa tempat tinggal sementara tersebut ditanggung oleh Baznas Bazis sebagai bagian dari dukungan terhadap program bedah rumah.
Dengan adanya bantuan tersebut, warga tidak perlu khawatir mengenai tempat tinggal sementara selama proses perbaikan rumah mereka berlangsung.
Ribuan Rumah Telah Diperbaiki Sejak 2019
Program bedah rumah di Jakarta sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dan memberikan manfaat bagi ribuan keluarga. Sejak 2019 hingga 2025, Baznas Bazis DKI Jakarta telah melakukan perbaikan rumah dalam jumlah yang cukup besar.
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa sebanyak 3.509 rumah telah diperbaiki melalui program tersebut dalam periode tersebut. Perbaikan rumah ini tersebar di berbagai wilayah Jakarta.
Rinciannya, sebanyak 706 rumah diperbaiki di wilayah Jakarta Barat. Di Jakarta Pusat terdapat 501 rumah yang mendapatkan bantuan bedah rumah.
Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat 953 rumah yang telah diperbaiki. Wilayah Jakarta Timur menjadi daerah dengan jumlah perbaikan rumah terbanyak, yaitu sebanyak 1.162 rumah.
Di Jakarta Utara, program tersebut telah memperbaiki sebanyak 293 rumah, sedangkan di Kepulauan Seribu tercatat 79 rumah yang telah mendapatkan bantuan perbaikan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa program bedah rumah telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat di berbagai wilayah di Jakarta.
Permukiman Masih Menjadi Tantangan di Jakarta
Selain mendorong keterlibatan BUMD dalam program bedah rumah, pemerintah daerah juga menyadari bahwa persoalan permukiman masih menjadi salah satu tantangan besar di Jakarta.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga menyampaikan harapannya agar dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program bedah rumah. Program tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian sekaligus semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Rano Karno, masalah permukiman di Jakarta tidak terlepas dari tingginya jumlah penduduk yang melebihi kapasitas luas wilayah. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan akan hunian yang layak menjadi semakin tinggi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah juga menjalankan berbagai program pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun. Pembangunan rumah susun bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih layak sekaligus menata kembali lingkungan permukiman yang sebelumnya tidak memenuhi standar.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap kualitas hunian masyarakat Jakarta dapat terus meningkat sehingga warga dapat tinggal di lingkungan yang lebih aman, sehat, dan nyaman.