JAKARTA - Pergerakan harga logam mulia kembali mengalami perubahan pada perdagangan terbaru.
Tidak hanya emas yang menjadi perhatian investor, harga perak juga ikut menjadi sorotan karena pergerakannya yang cukup fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai salah satu komoditas logam mulia, perak sering dijadikan alternatif investasi selain emas. Meskipun nilainya tidak setinggi emas, perak tetap diminati karena memiliki harga yang lebih terjangkau serta potensi keuntungan dari pergerakan harga pasar.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga perak menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Kenaikan yang sempat terjadi pada hari sebelumnya kini kembali terkoreksi pada perdagangan terbaru.
Perubahan harga tersebut menunjukkan bahwa pasar logam mulia masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari kondisi pasar domestik maupun pergerakan harga di pasar global.
Harga perak Antam kembali turun tajam
Harga perak murni PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terpantau kembali ambrol pada Kamis, 12 Maret 2026.
Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini rontok hingga Rp2.100 ke level Rp53.300 per gram.
Penurunan harga tersebut terjadi setelah pada hari sebelumnya perak sempat mengalami kenaikan harga.
Perubahan harga yang cukup cepat dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pergerakan logam mulia masih sangat dinamis mengikuti kondisi pasar.
Fluktuasi ini juga menjadi perhatian bagi investor yang memanfaatkan perak sebagai salah satu instrumen investasi.
Pergerakan harga perak dalam beberapa hari terakhir
Sebelumnya, harga perak Antam pada hari Rabu melesat sebesar Rp700 ke level Rp55.400 per gram.
Kenaikan tersebut terjadi setelah sebelumnya harga perak juga mengalami penguatan pada hari Selasa (10/3/2026).
Pada perdagangan Selasa, harga perak Antam naik cukup tinggi sebesar Rp2.200 ke level Rp54.700 per gram.
Namun sebelum mengalami kenaikan tersebut, harga perak sempat mengalami penurunan yang cukup tajam pada awal pekan.
Pada hari Senin (9/3/2026), harga perak Antam sempat merosot sebesar Rp2.000 hingga berada di level Rp51.100 per gram.
Setelah mengalami penurunan tersebut, harga perak kemudian kembali menguat hingga mencapai Rp52.500 per gram.
Harga perak Antam berbagai ukuran
Pada hari Kamis, harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp13.725.000.
Jika sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai atau PPN sebesar 11 persen, harga tersebut menjadi Rp15.234.750.
Selain ukuran tersebut, Antam juga menyediakan perak batangan dengan ukuran yang lebih besar.
Harga dasar perak Antam murni dengan berat 500 gram dipatok sebesar Rp26.650.000.
Sementara harga yang termasuk PPN 11 persen berada di level Rp29.581.500.
Produk perak batangan tersebut biasanya dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi logam mulia bagi masyarakat.
Harga perak Antam Heritage
Selain perak batangan biasa, Antam juga menawarkan produk perak dalam seri Heritage.
Perak Antam Heritage memiliki desain yang lebih eksklusif dan biasanya diproduksi dalam ukuran tertentu.
Harga perak Antam Heritage dengan berat 31,1 gram hari ini adalah Rp2.205.447.
Jika sudah termasuk PPN 11 persen, harganya berada di kisaran Rp2.448.046.
Sementara harga perak Antam Heritage dengan berat 186,6 gram tercatat sebesar Rp12.111.076.
Harga tersebut menjadi Rp13.443.294 setelah ditambahkan PPN sebesar 11 persen.
Produk Heritage ini sering diminati karena selain memiliki nilai investasi juga memiliki nilai koleksi.
Pergerakan harga perak dunia ikut melemah
Adapun harga perak dunia juga terpantau mengalami pelemahan dalam perdagangan terbaru.
Dipantau dari laman Kitco, Kamis, harga perak merosot 1,23 persen ke level US$84,57 per troy ons pada Rabu (11/3) waktu Amerika Serikat.
Penurunan harga perak dunia tersebut turut memengaruhi pergerakan harga perak di pasar domestik.
Pasar logam mulia global memang memiliki keterkaitan yang cukup kuat dengan harga di berbagai negara.
Ketika harga perak di pasar internasional mengalami perubahan, dampaknya biasanya akan dirasakan pula di pasar dalam negeri.
Karena itu, pergerakan harga perak domestik tidak terlepas dari dinamika pasar global yang terus berubah.
Investor maupun masyarakat yang tertarik berinvestasi pada logam mulia biasanya memantau perkembangan harga internasional sebagai salah satu referensi.
Dengan memahami kondisi pasar global, investor dapat menilai peluang maupun risiko dalam investasi logam mulia seperti perak.