JAKARTA - Marcus Rashford sedang menikmati fase baru dalam perjalanan kariernya bersama Barcelona.
Setelah meninggalkan Manchester United pada musim panas 2025, penyerang asal Inggris itu menegaskan bahwa pikirannya saat ini sepenuhnya tertuju pada Blaugrana, tanpa memikirkan kemungkinan kembali ke Old Trafford dalam waktu dekat.
Kepindahan Rashford ke Barcelona terjadi setelah hubungannya dengan mantan pelatih MU, Ruben Amorim, memburuk. Situasi tersebut mendorong sang pemain mencari lingkungan baru, dan La Liga menjadi panggung berikutnya untuk menghidupkan kembali performa terbaiknya. Sejauh ini, keputusan itu terbukti memberikan dampak positif.
Musim 2025/26 menjadi ajang pembuktian bagi Rashford. Dalam balutan seragam Barcelona, ia tampil lebih bebas dan percaya diri, sekaligus menemukan kembali peran pentingnya di lini serang tim.
Babak Baru Karier di Tanah Spanyol
Bergabung dengan Barcelona dengan status pinjaman satu musim penuh, Rashford langsung mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian penting dari skema permainan. Winger berusia 28 tahun itu mencatatkan kontribusi signifikan di semua kompetisi yang diikuti Blaugrana.
Hingga saat ini, Rashford telah mencetak 10 gol dan menyumbang 12 assist. Angka tersebut menunjukkan konsistensi kontribusinya dalam membangun serangan Barcelona. Ia kerap menjadi pembeda lewat kecepatan, pergerakan tanpa bola, serta kemampuannya membuka ruang bagi rekan setim.
Meski statistiknya cukup impresif, kritik tetap datang dari sebagian media Spanyol. Mereka menilai Rashford masih bisa lebih tajam jika mampu meningkatkan efisiensi penyelesaian akhir. Namun, kontribusinya secara keseluruhan tetap dianggap vital dalam menjaga keseimbangan serangan tim.
Isu Kembali ke Manchester United
Spekulasi mengenai kemungkinan Rashford kembali ke Manchester United terus bergulir. Banyak pihak menilai pintu itu terbuka, terlebih konflik yang membuatnya hengkang lebih berkaitan dengan sosok Amorim yang kini sudah tidak lagi melatih Setan Merah.
Nama Michael Carrick bahkan disebut-sebut tertarik membawa Rashford kembali ke Theatre of Dreams. Namun, rumor tersebut tidak serta-merta mencerminkan kondisi sebenarnya dari sudut pandang sang pemain.
Informasi terbaru dari Fabrizio Romano menegaskan bahwa Rashford sama sekali belum memikirkan skenario kembali ke Manchester United. Fokusnya saat ini hanya satu, yakni memaksimalkan perannya bersama Barcelona.
Penjelasan Status Kontrak Rashford
Fabrizio Romano, melalui kanal YouTube miliknya, memberikan gambaran jelas mengenai situasi Rashford. Ia menegaskan bahwa kepindahan Rashford ke Barcelona bukanlah transfer permanen sejak awal, melainkan pinjaman dengan opsi pembelian.
“Untuk Marcus Rashford, ini bukan kewajiban beli, ini cuma pinjaman dengan opsi beli senilai 30 juta euro. Itu adalah jumlah jika Barcelona memutuskan menandatangani Rashford pada musim panas 2026,” ujar Romano.
Romano juga menyoroti dampak positif Rashford dalam waktu singkat. Menurutnya, periode dua bulan pertama sudah cukup menunjukkan bahwa sang pemain memberi pengaruh nyata bagi tim.
“Rashford tampil sangat baik, memberi dampak yang bagus, dan ini baru permulaan. Baru dua bulan dia memulai babak baru di Barcelona. Rashford sangat senang dengan situasinya,” lanjutnya.
Kenyamanan Rashford Bersama Barcelona
Lebih jauh, Romano menekankan bahwa faktor kebahagiaan menjadi kunci utama dalam keputusan Rashford. Sang pemain disebut benar-benar menikmati kehidupannya di Spanyol, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Saya bisa katakan, Rashford sangat senang dengan kota, liga, klub, pelatih, dan rekan setimnya. Dia mencintai kehidupan barunya di Barcelona,” kata Romano.
Kondisi ini membuat Rashford tidak tergoda memikirkan masa lalu. Adaptasinya berjalan lancar, dan suasana positif di ruang ganti menjadi salah satu alasan utama ia merasa nyaman.
“Fokusnya sepenuhnya di Barcelona, tidak memikirkan kembalinya ke Manchester United. Segala perhatiannya benar-benar untuk Blaugrana,” imbuh Romano.
Keinginan Barcelona Mempertahankan Rashford
Sementara isu kepulangan ke MU mencuat, sikap Barcelona justru berbanding terbalik. Klub Catalan tersebut disebut tertarik mengaktifkan opsi pembelian yang telah disepakati bersama Manchester United.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, dikabarkan sangat terkesan dengan sikap dan profesionalisme Rashford sejak hari pertama bergabung. Flick melihat sang pemain sebagai sosok berpengalaman yang memberi contoh positif di dalam skuad.
Pada Desember lalu, Flick secara terbuka memuji mentalitas Rashford. Ia menilai kehadiran pemain Inggris itu menambah kedalaman dan kualitas tim.
“Ketika dia duduk di bangku cadangan, itu menunjukkan kami punya tim yang bagus,” ujar Flick.
Pujian Flick terhadap Mentalitas Rashford
Flick juga menyoroti sikap Rashford yang selalu menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Menurutnya, adaptasi awal yang dibutuhkan Rashford kini sudah terbayar dengan performa yang semakin solid.
“Yang bisa saya katakan, dia pemain profesional sejati, sikap dan mentalnya luar biasa. Awalnya dia perlu sedikit adaptasi, tapi sekarang dia di level terbaiknya,” kata Flick.
Pelatih asal Jerman itu bahkan mengungkap dialog pribadinya dengan Rashford, yang mencerminkan kedewasaan sang pemain.
“Saya bicara dengan pemain yang tidak bermain untuk menjelaskan alasannya, dan dia berkata kepada saya, ‘Mister, di Inggris mereka bilang bos, Anda tidak perlu memberitahu saya ini. Yang penting hanya tim, kita harus menang tiga poin, tidak ada yang lebih penting.’ Itu sikap yang benar, mentalitasnya tepat, dan saya senang dia ada di sini,” ungkap Flick.
Dengan kondisi tersebut, masa depan Rashford masih terbuka lebar. Namun untuk saat ini, fokusnya jelas berada di Barcelona, tempat ia menemukan kembali kenyamanan, kepercayaan diri, dan tujuan baru dalam karier profesionalnya.