JAKARTA - Perkembangan sepak bola wanita dalam satu dekade terakhir berjalan sangat pesat dan signifikan.
Dari yang semula kerap dipandang sebagai olahraga pendamping, kini sepak bola wanita menjelma menjadi industri profesional dengan daya tarik global. Stadion-stadion besar mulai rutin dipadati penonton, sementara siaran pertandingan menarik jutaan pasang mata di berbagai belahan dunia.
Seiring meningkatnya kualitas kompetisi, popularitas pemain pun melonjak drastis. Para bintang sepak bola wanita tidak hanya menjadi andalan klub dan tim nasional, tetapi juga ikon global yang dilirik sponsor besar. Kondisi ini berdampak langsung pada nilai kontrak dan pendapatan mereka, yang kini mampu menembus angka fantastis.
Pada tahun 2026, lanskap sepak bola wanita benar-benar berubah. Gaji tinggi, bonus besar, serta fasilitas kelas atas menjadi bagian dari keseharian para superstar. Berdasarkan laporan yang disusun SheKicks dan dirangkum berbagai media internasional, terdapat lima pesepak bola wanita dengan bayaran tertinggi di dunia saat ini.
Berikut ulasan lengkap tentang para bidadari lapangan hijau yang tak hanya bersinar lewat prestasi, tetapi juga nilai kontrak yang mencerminkan kelas mereka.
Sam Kerr Tetap Jadi Ikon Global
Sam Kerr masih menjadi simbol kekuatan sepak bola wanita dunia. Striker Chelsea dan tim nasional Australia ini dikenal sebagai sosok karismatik dengan kemampuan mencetak gol yang luar biasa. Kontribusinya di level klub maupun internasional menjadikannya figur sentral dalam setiap turnamen besar yang diikuti.
Meski sempat diterpa cedera dan kasus pengadilan atas dugaan rasisme, pengaruh Kerr tidak pernah surut. Ia tetap menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda, khususnya di Australia. Julukan “Penyihir Oz” menggambarkan betapa besar kecintaan publik terhadapnya.
Dengan gaji tahunan mencapai £466.000 atau sekitar Rp10,6 miliar, Kerr menunjukkan bahwa kualitas, popularitas, dan konsistensi dapat berjalan beriringan. Angka tersebut belum termasuk pemasukan dari sponsor besar seperti Nike yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai megabintang.
Alexia Putellas Sang Ratu Barcelona
Nama Alexia Putellas hampir selalu disebut ketika membicarakan sepak bola wanita modern. Sebagai ikon Barcelona dan tim nasional Spanyol, Putellas telah mengukir sejarah dengan dua gelar Ballon d’Or. Ia menjadi wajah kesuksesan Barcelona di era dominasi Eropa.
Putellas memperpanjang kontraknya pada Mei 2024 setelah musim-musim luar biasa yang berbuah trofi Liga Champions. Sebagai pemain binaan La Masia, pengaruhnya tidak hanya terasa di atas lapangan, tetapi juga di luar lapangan melalui berbagai aktivitas sosial dan dokumenter pribadinya.
Dengan gaji tahunan £607.000 atau sekitar Rp13,9 miliar, Putellas mencerminkan nilai seorang pemimpin sejati. Ia terus mempromosikan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan, menjadikannya panutan global yang melampaui batas olahraga.
Sophia Wilson Mesin Gol Amerika
Sophia Wilson, yang sebelumnya dikenal sebagai Sophia Smith, menjadi representasi sempurna talenta Amerika Serikat. Penyerang Portland Thorns ini memanfaatkan opsi perpanjangan kontrak pada akhir 2025 dan kini mengantongi gaji £739.000 per tahun atau sekitar Rp16,9 miliar.
Produktivitas Wilson sangat menonjol. Dengan puluhan gol di semua kompetisi serta penghargaan Pemain Terbaik NWSL 2022, ia membuktikan kualitasnya sebagai penyerang komplet. Kecepatan, teknik, dan ketajaman menjadi senjata utama dalam setiap pertandingan.
Di level internasional, kontribusinya bersama USWNT juga konsisten. Dengan usia yang masih relatif muda, masa depan Wilson terbuka lebar, termasuk peluang hijrah ke Eropa yang bisa semakin melambungkan namanya.
Aitana Bonmati Pewaris Kejayaan Spanyol
Aitana Bonmati disebut-sebut sebagai penerus sah Alexia Putellas di Barcelona. Gelandang kreatif ini menjadi jantung permainan dengan gaya tiki-taka khas Spanyol yang memukau. Perannya krusial dalam kesuksesan Barcelona meraih gelar Liga Champions beruntun.
Tak hanya di klub, Bonmati juga menjadi pilar penting tim nasional Spanyol saat menjuarai Piala Dunia Wanita. Konsistensi performanya membuat ia diganjar kontrak baru bernilai tinggi hingga 2028, dengan gaji £856.000 per tahun atau sekitar Rp19,6 miliar.
Sebagai peraih Ballon d’Or saat ini, Bonmati dikenal rendah hati dan menjunjung nilai kesetaraan. Ia menjadi simbol generasi baru sepak bola wanita yang tidak hanya hebat secara teknis, tetapi juga kuat secara karakter.
Trinity Rodman Pecahkan Rekor Gaji
Trinity Rodman menjadi bukti nyata kemajuan sepak bola wanita, khususnya di Amerika Serikat. Pemain Washington Spirit ini menandatangani kontrak baru pada 2026 yang menjadikannya pesepak bola wanita dengan bayaran tertinggi di dunia.
Dengan gaji mencapai £1.480.000 per tahun atau sekitar Rp33,9 miliar, Rodman mencetak rekor baru. Meski merupakan putri legenda NBA Dennis Rodman, ia membangun kariernya sepenuhnya lewat kemampuan sendiri di lapangan.
Sebagai bagian penting USWNT, Rodman melanjutkan tradisi dominasi Amerika Serikat di sepak bola wanita. Kontrak fantastisnya mencerminkan investasi jangka panjang dan kepercayaan besar terhadap potensinya di masa depan.