JAKARTA - Pertandingan pekan ke-21 Eredivisie 2025/2026 antara Excelsior Rotterdam melawan AFC Ajax menghadirkan cerita menarik dari pemain diaspora Timnas Indonesia.
Laga yang digelar di Stadion Woudestein, Rotterdam, Minggu malam WIB, nyaris menjadi duel sesama calon pemain Timnas Indonesia, Miliano Jonathans dan Maarten Paes. Namun, skenario di lapangan berkata lain, karena hanya satu nama yang benar-benar mencuri perhatian.
Maarten Paes belum turun ke lapangan dan masih duduk manis di tribune penonton. Sebaliknya, Miliano Jonathans tampil sebagai aktor utama kebangkitan Excelsior. Golnya di babak kedua menjadi titik balik yang menyelamatkan tim tuan rumah dari kekalahan, sekaligus menggagalkan kemenangan Ajax yang sudah di depan mata.
Paes Masih Menunggu Debut Bersama Ajax
Laga ini sejatinya berpotensi menjadi panggung pertemuan dua pemain diaspora Timnas Indonesia. Namun, Maarten Paes belum masuk dalam daftar pemain Ajax. Kiper yang sebelumnya memperkuat FC Dallas di Major League Soccer itu masih menunggu proses peresmiannya bersama klub raksasa Belanda tersebut.
Paes terlihat duduk di tribune Stadion Woudestein bersama sejumlah rekrutan anyar Ajax lainnya. Kehadirannya menjadi perhatian tersendiri, mengingat Ajax dikabarkan telah memfinalisasi proses transfer sang penjaga gawang. Meski demikian, Paes belum bisa berkontribusi langsung di lapangan dan hanya menjadi penonton saat tim barunya berjuang.
Situasi ini membuat duel diaspora hanya terjadi secara simbolis. Sorotan pun beralih sepenuhnya kepada Miliano Jonathans yang mendapat kesempatan tampil dan memaksimalkannya dengan sangat baik.
Ajax Unggul Jauh di Babak Pertama
Ajax memulai pertandingan dengan percaya diri tinggi. Dominasi permainan mereka langsung membuahkan hasil melalui dua gol cepat di babak pertama. Mika Godts menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Excelsior setelah mencetak brace pada menit ke-21 dan ke-40.
Keunggulan dua gol tersebut membuat Ajax berada di atas angin. Permainan rapi dan tekanan konstan dari tim tamu menyulitkan Excelsior untuk mengembangkan permainan. Hingga turun minum, banyak pihak menilai kemenangan Ajax hanya tinggal menunggu waktu.
Excelsior sendiri tampak kesulitan mencari celah. Serangan mereka kerap terhenti sebelum masuk ke area berbahaya, sementara lini belakang harus bekerja keras meredam agresivitas Ajax.
Masuknya Miliano Ubah Arah Pertandingan
Situasi berubah drastis setelah pelatih Excelsior memasukkan Miliano Jonathans pada menit ke-63. Kehadiran pemain muda tersebut langsung memberi energi baru bagi tuan rumah. Pergerakan Miliano membuat tempo permainan Excelsior meningkat dan lebih berani menekan.
Masuknya Miliano menjadi titik balik laga. Excelsior yang sebelumnya tertekan mulai berani keluar menyerang dan memanfaatkan celah di pertahanan Ajax. Perlahan, kepercayaan diri tim tuan rumah kembali tumbuh.
Ajax yang semula nyaman dengan keunggulan dua gol mulai kehilangan kontrol. Tekanan Excelsior semakin intens, dan lini belakang Ajax dipaksa bekerja lebih keras untuk mempertahankan keunggulan.
Gol Penting Miliano Jonathans
Puncak kebangkitan Excelsior terjadi pada menit ke-74. Miliano Jonathans sukses menjebol gawang Ajax setelah menerima umpan matang dari Gyan de Regt. Gol tersebut langsung membakar semangat tuan rumah dan menghidupkan kembali harapan untuk setidaknya meraih satu poin.
Hanya lima menit berselang, Excelsior kembali menghukum Ajax. Kali ini Arthur Zagre mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan assist kedua dari Gyan de Regt. Kedudukan berubah menjadi 2-2 dan membuat stadion bergemuruh.
Gol Miliano terbukti krusial. Bukan hanya memperkecil ketertinggalan, tetapi juga menjadi pemicu mental bagi Excelsior untuk terus menekan hingga akhir laga.
Statistik yang Menegaskan Performa Solid
Performa Miliano Jonathans tak hanya terlihat dari gol yang dicetaknya. Berdasarkan catatan Fotmob, Miliano mendapat rating 7,7, angka yang mencerminkan kontribusi besar selama berada di lapangan.
Ia mencatatkan 82 persen akurasi operan, satu tendangan tepat sasaran, dua recoveries, serta memenangkan 75 persen duel. Statistik tersebut menegaskan bahwa Miliano tidak hanya berperan sebagai pencetak gol, tetapi juga aktif dalam membantu alur permainan tim.
Sementara itu, Maarten Paes tetap berada di tribune bersama rekrutan anyar Ajax lainnya, termasuk Oleksandr Zinchenko yang didatangkan dari Arsenal. Di tribune yang sama juga terlihat Direktur Teknik Ajax yang baru, Jordi Cruyff, yang merangkap sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia.
Gol Kedua Miliano di Eredivisie
Bagi Miliano Jonathans, gol ke gawang Ajax ini memiliki makna khusus. Itu merupakan gol keduanya bersama Excelsior dari empat pertandingan Eredivisie sejak dipinjamkan FC Utrecht pada bursa transfer musim dingin 2026.
Pemain muda keturunan Depok, Jawa Barat, tersebut selalu mendapatkan menit bermain bersama Excelsior. Dari empat laga, Miliano sekali tampil sebagai starter dan tiga kali masuk sebagai pemain pengganti. Konsistensi tersebut menunjukkan kepercayaan yang mulai diberikan kepadanya.
Dengan performa seperti ini, Miliano Jonathans semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain diaspora Indonesia yang patut diperhitungkan. Golnya ke gawang Ajax bukan hanya menyelamatkan Excelsior dari kekalahan, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi masa depannya, baik di level klub maupun dalam konteks Timnas Indonesia.