JAKARTA - Pertemuan Cremonese vs Inter pada pekan ke-23 Liga Italia 2025/2026 bukan sekadar duel biasa.
Laga ini membawa nuansa Derby Lombardia yang sarat gengsi, sekaligus mempertemukan dua tim dengan kondisi dan target yang sangat berbeda di klasemen sementara Serie A.
Cremonese akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadio Giovanni Zini, Senin, 2 Februari 2026 pukul 00.00 WIB. Mereka datang dengan performa yang belum stabil dan tekanan untuk segera menemukan kembali konsistensi permainan demi menjauh dari papan bawah.
Di sisi lain, Inter Milan tiba dengan status pemuncak klasemen. Kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di Liga Champions menjadi modal kepercayaan diri besar bagi pasukan Cristian Chivu untuk melanjutkan tren positif di kompetisi domestik.
Perbedaan momentum inilah yang membuat laga Cremonese vs Inter diprediksi berjalan menarik. Satu tim butuh poin untuk bertahan, sementara tim lainnya mengincar kemenangan demi menjaga jarak di puncak klasemen.
Tekanan tuan rumah jelang Derby Lombardia
Cremonese menghadapi situasi yang tidak mudah jelang duel melawan Inter. Dalam beberapa pekan terakhir, Emil Audero dan rekan-rekan kesulitan menjaga performa konsisten, sehingga poin demi poin terasa sangat krusial bagi mereka.
Bermain di kandang sendiri seharusnya menjadi keuntungan. Dukungan publik Stadio Giovanni Zini diharapkan mampu menambah motivasi pemain, terutama saat menghadapi lawan sekelas Inter yang dikenal memiliki mental juara kuat.
Namun, tekanan justru bisa menjadi bumerang. Menghadapi tim paling produktif di Serie A musim ini menuntut disiplin tinggi sepanjang laga, khususnya di lini pertahanan yang kerap menjadi titik lemah Cremonese.
Pelatih Cremonese diperkirakan akan mengambil pendekatan realistis. Fokus utama adalah menjaga keseimbangan tim dan memanfaatkan setiap peluang transisi cepat yang muncul dari kesalahan Inter.
Komposisi Cremonese dipengaruhi absennya pemain kunci
Cremonese dipastikan tidak bisa menurunkan Tommaso Barbieri akibat sanksi larangan bermain. Selain itu, Michele Collocolo masih menjalani pemulihan cedera dan belum siap kembali ke lapangan.
Kondisi ini memaksa sang pelatih mengandalkan pemain yang tersedia dengan tetap mempertahankan formasi 3-5-2. Emil Audero diprediksi mengawal gawang, didukung trio Terracciano, Baschirotto, dan Bianchetti di lini belakang.
Lini tengah akan diisi Floriani Mussolini, Grassi, Folino, Vandeputte, dan Pezzella. Sementara itu, duet Bonazzoli dan Jamie Vardy diharapkan mampu memberi ancaman di lini depan melalui pengalaman dan penyelesaian akhir.
Absennya Barbieri memang mengurangi opsi kreativitas dari lini kedua. Namun, pendekatan kolektif dan disiplin posisi menjadi kunci agar Cremonese tetap kompetitif sepanjang pertandingan.
Inter Milan datang dengan kepercayaan diri tinggi
Inter Milan melangkah ke laga ini dengan kondisi mental yang sangat baik. Kemenangan meyakinkan di Liga Champions tengah pekan memberikan dorongan moral besar bagi skuad asuhan Cristian Chivu.
Meski demikian, Inter tidak sepenuhnya datang dengan kekuatan penuh. Nicolo Barella masih diragukan tampil, sementara Denzel Dumfries dan Hakan Calhanoglu dipastikan absen karena cedera.
Kedalaman skuad menjadi keunggulan utama Inter. Rotasi pemain tetap memungkinkan Nerazzurri tampil solid tanpa kehilangan identitas permainan yang menekankan dominasi bola dan agresivitas dari sisi sayap.
Situasi ini membuat Inter tetap diunggulkan, terutama karena mereka telah menunjukkan konsistensi performa baik di Serie A maupun Eropa sepanjang musim ini.
Prediksi susunan pemain Inter Milan
Yann Sommer diprediksi kembali dipercaya menjaga gawang Inter. Di lini belakang, Bisseck, Acerbi, dan Bastoni akan menjadi tembok pertahanan utama yang berperan penting dalam memulai serangan dari bawah.
Sektor tengah kemungkinan diisi oleh Luis Henrique, Sucic, Zielinski, Mkhitaryan, dan Dimarco. Kombinasi ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Di lini depan, duet Marcus Thuram dan Ange-Yoan Bonny diproyeksikan menjadi andalan. Kecepatan, fisik, dan pergerakan tanpa bola keduanya berpotensi merepotkan pertahanan Cremonese.
Formasi 3-5-2 tetap menjadi pilihan utama Inter. Skema ini terbukti efektif saat menghadapi Borussia Dortmund dan diharapkan kembali menghasilkan performa solid di Serie A.
Duel kepentingan di papan klasemen
Laga Cremonese vs Inter sarat kepentingan bagi kedua tim. Bagi tuan rumah, setiap poin sangat berarti untuk menjauh dari zona papan bawah dan menjaga asa bertahan di Serie A.
Sementara itu, Inter mengincar kemenangan beruntun demi mempertahankan posisi puncak klasemen. Tekanan dari para pesaing membuat Nerazzurri tidak boleh terpeleset, terutama saat menghadapi tim yang di atas kertas berada di bawah mereka.
Perbedaan target ini berpotensi menciptakan dinamika menarik di lapangan. Cremonese kemungkinan bermain lebih pragmatis, sedangkan Inter akan berusaha mengontrol tempo sejak awal.
Dengan kondisi tersebut, Derby Lombardia ini bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga soal efektivitas strategi dan ketahanan mental sepanjang 90 menit pertandingan.