Klasemen Serie A Memanas, Inter Milan Melaju Stabil Tinggalkan Para Pesaing

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:04:14 WIB
Klasemen Serie A Memanas, Inter Milan Melaju Stabil Tinggalkan Para Pesaing

JAKARTA - Peta persaingan Liga Italia Serie A 2025/2026 kian menunjukkan arah yang menarik menjelang pekan ke-23. 

Inter Milan tampil sebagai tim paling konsisten dan berhasil menjaga keunggulan di puncak klasemen, sementara para rival utama justru masih berjibaku mencari stabilitas permainan. Situasi ini membuat jarak poin perlahan terbentuk, meski persaingan belum sepenuhnya tertutup.

Memasuki fase krusial musim, setiap pertandingan kini memiliki bobot yang jauh lebih besar. Klub-klub papan atas tidak hanya berburu kemenangan demi gelar juara, tetapi juga berjuang mengamankan tiket ke kompetisi Eropa. Di saat yang sama, tim-tim papan bawah masih berupaya keras menjauh dari ancaman degradasi yang terus mengintai.

Dengan jumlah laga yang semakin berkurang, Serie A musim ini menyajikan tensi tinggi di hampir seluruh lapisan klasemen. Inter Milan berada di posisi ideal, namun tekanan dari para pesaing tetap menjadi ujian yang tidak bisa diabaikan.

Inter Milan Menjaga Ritme dan Konsistensi

Inter Milan masih menjadi tolok ukur kekuatan Serie A hingga pekan ke-22. Nerazzurri memimpin klasemen dengan koleksi 52 poin dari 22 pertandingan, hasil dari 17 kemenangan, 1 kali imbang, dan hanya 4 kekalahan. Catatan tersebut diperkuat dengan selisih gol impresif +31, mencerminkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.

Kemenangan besar 6-2 atas Pisa pada laga terakhir menjadi penegas dominasi Inter. Hasil itu tidak hanya memperpanjang rekor positif mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa Inter mampu tampil tajam tanpa kehilangan soliditas di lini belakang. Konsistensi semacam ini menjadi faktor utama yang membuat mereka tancap gas meninggalkan rival.

Performa stabil Inter Milan sepanjang musim menjadikan mereka kandidat terkuat peraih scudetto. Meski demikian, tekanan untuk mempertahankan posisi puncak tetap ada, terutama karena jadwal padat dan persaingan yang masih ketat di papan atas.

AC Milan Terus Mengintai dari Posisi Kedua

AC Milan menjadi tim yang paling dekat dengan Inter Milan saat ini. Rossoneri menempati posisi kedua klasemen dengan raihan 47 poin dari 22 laga. Mereka mencatatkan 13 kemenangan, 8 hasil seri, dan hanya 1 kekalahan, sebuah catatan yang menunjukkan ketangguhan sekaligus konsistensi.

Tambahan satu poin pada pekan terakhir cukup untuk menjaga posisi mereka tetap aman di peringkat kedua. Meski jarak dengan Inter terpaut lima poin, AC Milan masih memiliki peluang untuk memangkas selisih tersebut jika mampu menjaga performa di laga-laga berikutnya.

Namun, tantangan terbesar AC Milan adalah menjaga momentum. Hasil imbang yang cukup sering membuat mereka sedikit tertinggal dalam perburuan gelar. Jika ingin terus menekan Inter, Rossoneri perlu lebih klinis dalam memaksimalkan setiap peluang kemenangan.

AS Roma dan Napoli Bersaing Ketat di Empat Besar

Persaingan menuju zona Liga Champions semakin panas dengan kehadiran AS Roma dan Napoli. Kedua tim sama-sama mengoleksi 43 poin dari 22 pertandingan, namun AS Roma unggul selisih gol sehingga berada di posisi ketiga.

AS Roma mencatatkan 14 kemenangan, 1 kali imbang, dan 7 kekalahan. Sementara itu, Napoli membukukan 13 kemenangan, 4 seri, dan 5 kekalahan. Perbedaan tipis ini membuat persaingan di antara keduanya sangat terbuka, di mana satu hasil buruk saja bisa langsung mengubah posisi klasemen.

Konsistensi menjadi kunci bagi Roma dan Napoli untuk bertahan di zona empat besar. Dengan tekanan dari tim di bawahnya, kedua klub harus tampil stabil hingga akhir musim jika ingin memastikan tiket Liga Champions.

Juventus Masih Menjaga Asa Kompetisi Eropa

Juventus berada tepat di belakang Napoli dengan menempati peringkat kelima klasemen. Bianconeri mengoleksi 42 poin dari 22 pertandingan, hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions. Posisi ini membuat Juventus masih sangat berpeluang untuk naik ke empat besar.

Performa Juventus sejauh musim ini terbilang naik turun. Meski demikian, pengalaman dan kedalaman skuad menjadi modal penting bagi mereka untuk bersaing di sisa musim. Setiap pertandingan kini menjadi krusial bagi Juventus untuk menjaga peluang kembali ke kompetisi elite Eropa.

Jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan momentum saat rival terpeleset, Juventus masih bisa menjadi ancaman serius di papan atas Serie A.

Kejutan Como dan Dinamika Papan Tengah

Salah satu cerita menarik musim ini datang dari Como. Sebagai tim promosi, mereka berhasil mencuri perhatian dengan performa solid yang mengantarkan mereka ke papan atas klasemen. Kejutan ini menambah warna dalam persaingan Serie A, sekaligus membuktikan bahwa tim non-unggulan pun mampu bersaing jika memiliki organisasi permainan yang baik.

Di papan tengah, beberapa tim masih berjuang menjaga stabilitas agar tidak terseret ke zona degradasi. Jarak poin yang relatif rapat membuat satu kemenangan atau kekalahan bisa berdampak besar terhadap posisi klasemen.

Kondisi ini membuat Serie A musim 2025/2026 terasa kompetitif di semua lini. Tidak hanya perebutan gelar juara, tetapi juga persaingan menuju Eropa dan perjuangan bertahan di kasta tertinggi Italia.

Zona Degradasi dan Nilai Setiap Poin

Sementara perhatian tertuju pada papan atas, pertarungan di zona degradasi juga berlangsung sengit. Tim-tim papan bawah terus berjuang mengumpulkan poin demi menghindari posisi tiga terbawah. Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis, tekanan mental menjadi faktor penting.

Setiap poin kini memiliki arti besar bagi semua tim. Inter Milan mungkin terlihat unggul, tetapi dinamika Serie A menunjukkan bahwa kejutan selalu bisa terjadi. Konsistensi, fokus, dan manajemen tekanan akan menjadi penentu akhir musim.

Dengan kondisi klasemen yang masih dinamis, Liga Italia Serie A 2025/2026 menjanjikan penutup musim yang penuh drama. Inter Milan berada di jalur ideal, namun para pesaing belum sepenuhnya menyerah dalam perburuan gelar dan tiket Eropa.

Terkini