Perubahan Aturan UEFA Buka Peluang Manchester United Kembali Ke Liga Champions

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:04:10 WIB
Perubahan Aturan UEFA Buka Peluang Manchester United Kembali Ke Liga Champions

JAKARTA - Manchester United kembali menemukan momentum penting dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. 

Setelah melalui periode naik turun dalam beberapa musim terakhir, hasil positif di Liga Inggris membuat asa Setan Merah kembali menyala. Dua kemenangan beruntun atas Manchester City dan Arsenal menjadi titik krusial yang mengangkat MU ke posisi keempat klasemen sementara.

Situasi tersebut jelas memberikan suntikan kepercayaan diri bagi tim. Bukan hanya karena berhasil menumbangkan rival kuat, tetapi juga karena posisi empat besar kini berada dalam genggaman. Di tengah ketatnya persaingan papan atas, keberhasilan ini menempatkan MU kembali dalam jalur realistis menuju kompetisi elite Eropa.

Kualifikasi ke Liga Champions memang bukan perkara mudah bagi MU belakangan ini. Penampilan terakhir mereka di ajang tersebut terjadi pada musim 2023/2024. Sejak saat itu, konsistensi menjadi persoalan yang membuat mereka tertinggal dari para pesaing utama di Liga Inggris.

Namun, musim ini menghadirkan dinamika baru. Selain performa di lapangan yang mulai stabil, perubahan regulasi UEFA turut memberikan harapan tambahan. Kombinasi faktor teknis dan kebijakan tersebut menjadikan peluang MU semakin terbuka lebar menjelang akhir musim.

Posisi Empat Besar Kembali Dalam Genggaman

Keberhasilan Manchester United naik ke peringkat keempat klasemen Liga Inggris tidak datang secara instan. Rangkaian hasil positif menjadi buah dari kerja keras tim dalam beberapa pekan terakhir. Kemenangan atas Manchester City dan Arsenal dinilai sebagai penanda kebangkitan yang signifikan.

Dua laga tersebut bukan hanya soal tambahan enam poin. Lebih dari itu, MU menunjukkan mental bertanding yang solid ketika menghadapi tekanan besar. Hal ini menjadi sinyal bahwa Setan Merah mulai menemukan kembali identitas permainan mereka.

Dengan posisi keempat saat ini, MU secara matematis berada di zona aman Liga Champions. Meski demikian, selisih poin dengan tim di bawahnya masih tipis. Artinya, konsistensi tetap menjadi kunci agar posisi tersebut tidak tergeser hingga akhir musim.

Keberadaan MU di papan atas juga memberi tekanan balik kepada para pesaing. Setiap laga kini bernilai sangat penting, bukan hanya untuk MU, tetapi juga bagi klub-klub lain yang membidik tiket Liga Champions.

Perubahan Sistem UEFA Jadi Angin Segar

Salah satu kabar terbaik bagi Manchester United datang dari perubahan aturan UEFA terkait kualifikasi Liga Champions. Kini, tiket ke kompetisi tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh finis empat besar di liga domestik. UEFA memperkenalkan skema European Performance Spots atau EPS.

Skema ini memberikan tambahan jatah Liga Champions berdasarkan performa kolektif klub-klub dari masing-masing negara di kompetisi Eropa. Penilaian dilakukan melalui perhitungan koefisien liga, yang berasal dari total poin klub peserta di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi Eropa.

Koefisien tersebut dihitung dengan membagi total poin dengan jumlah klub yang tampil di kompetisi Eropa. Sistem ini membuka peluang tambahan bagi liga dengan performa terbaik secara kolektif, termasuk Liga Inggris.

Bagi MU, perubahan ini menjadi keuntungan besar. Artinya, persaingan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada posisi empat besar, tetapi juga dipengaruhi kekuatan liga secara keseluruhan.

Dominasi Inggris Dalam Koefisien UEFA

Musim ini, Inggris tampil sangat dominan dalam perhitungan koefisien UEFA. Wakil Inggris di kompetisi Eropa antara lain Arsenal, Liverpool, Tottenham, Chelsea, Manchester City, dan Newcastle United. Dari enam klub tersebut, hanya Newcastle yang harus melewati babak playoff.

Lima klub Inggris lainnya berhasil lolos otomatis ke fase gugur. Capaian ini memberikan kontribusi besar terhadap perolehan poin koefisien Inggris. Hingga fase liga Liga Champions rampung, Inggris memimpin klasemen koefisien dengan 180,625 poin.

Jerman berada di posisi kedua dengan 107,000 poin, disusul Portugal dan Spanyol. Dua negara teratas berhak mendapatkan tambahan jatah Liga Champions pada musim berikutnya. Dengan posisi Inggris saat ini, peluang tersebut sangat terbuka.

Situasi ini membuat finis di posisi kelima Liga Inggris pun berpotensi cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions. Newcastle telah merasakan keuntungan dari sistem ini pada musim lalu, dan MU bisa berada dalam skenario serupa.

Peringatan Agar Tidak Terlena

Meski peluang terbuka lebar, jalan menuju Liga Champions masih panjang. Persaingan papan atas Liga Inggris dikenal sangat ketat, dan perubahan posisi bisa terjadi dalam hitungan pekan. Kesalahan kecil dapat berdampak besar pada klasemen akhir.

Pelatih interim Michael Carrick disebut telah mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan posisi saat ini. Fokus penuh dan disiplin tetap menjadi tuntutan utama hingga musim benar-benar berakhir.

Carrick memahami bahwa tekanan justru akan semakin besar ketika target terlihat semakin dekat. Oleh karena itu, setiap pertandingan harus diperlakukan layaknya laga final, tanpa menganggap enteng lawan mana pun.

Pengalaman MU di musim-musim sebelumnya menjadi pelajaran berharga. Konsistensi dan mental juara menjadi faktor penentu agar peluang yang ada benar-benar bisa dimaksimalkan.

Ujian Berikutnya Menanti Setan Merah

Manchester United akan menghadapi Fulham pada laga berikutnya di Old Trafford. Pertandingan ini menjadi ujian penting untuk menjaga posisi empat besar. Kemenangan akan memperkuat pijakan MU di zona Liga Champions.

Selain itu, hasil positif juga berpotensi memperpanjang rekor sempurna Michael Carrick sejak mengambil alih tim dari caretaker Darren Fletcher. Momentum ini diharapkan mampu terus dijaga hingga akhir musim.

Dengan kombinasi performa yang membaik dan perubahan aturan UEFA yang menguntungkan, MU kini memiliki peluang nyata untuk kembali ke Liga Champions. Tantangan masih ada, tetapi arah perjalanan Setan Merah terlihat semakin menjanjikan.

Terkini