JAKARTA - Perjalanan karier Jesse Lingard tampaknya akan segera memasuki babak baru.
Setelah beberapa bulan tanpa klub, mantan gelandang Manchester United itu dikabarkan kian dekat untuk kembali merumput di sepak bola Eropa. Dari berbagai opsi yang sempat muncul, Serie A Italia kini disebut sebagai tujuan paling realistis bagi pemain berusia 33 tahun tersebut.
Status Lingard sebagai free agent sejak berpisah dengan FC Seoul pada Desember lalu membuat namanya kembali ramai dibicarakan. Kontraknya bersama klub Korea Selatan itu berakhir, sekaligus menutup petualangan singkat namun penuh dinamika di Asia. Sejak saat itu, Lingard aktif membuka peluang demi menemukan klub baru yang bisa memberinya menit bermain kompetitif.
Awalnya, kemungkinan kembali ke Inggris sempat mencuat. Beberapa klub Britania Raya, termasuk dari Premier League, disebut masih memantau situasinya. Namun, perkembangan terbaru justru mengarah ke Italia. Lingard dikabarkan telah menjalin komunikasi intens dengan sejumlah klub Serie A, menjadikan kepindahan ke Negeri Pizza sebagai skenario paling memungkinkan dalam waktu dekat.
Dengan pengalaman panjang di level tertinggi, Lingard dipandang masih memiliki nilai tambah. Serie A yang dikenal lebih taktis dinilai cocok bagi pemain dengan kemampuan membaca ruang dan kreativitas seperti dirinya.
Negosiasi Dengan Klub Italia Mulai Menguat
Kabar mengenai pendekatan klub-klub Serie A terhadap Lingard semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir. Disebutkan bahwa pembicaraan yang terjalin tidak lagi sebatas minat awal, melainkan sudah memasuki tahap lanjutan. Hal ini memicu spekulasi bahwa keputusan final bisa diambil dalam waktu dekat.
Jika transfer ini terwujud, Lingard berpotensi bereuni dengan mantan rekan setimnya di Timnas Inggris, Jamie Vardy, yang kini memperkuat Cremonese. Kemungkinan tersebut menambah daya tarik kepindahan ke Italia, mengingat adaptasi di lingkungan baru bisa terbantu dengan kehadiran wajah familiar.
Serie A sendiri belakangan menjadi destinasi menarik bagi pemain berpengalaman dari Inggris. Kompetisi ini menawarkan kombinasi persaingan ketat, sorotan Eropa, serta gaya bermain yang memungkinkan pemain senior tampil efektif tanpa terlalu bergantung pada kecepatan fisik semata.
Bagi Lingard, kesempatan ini bisa menjadi panggung untuk membuktikan bahwa dirinya masih relevan di sepak bola elite Eropa setelah sempat merantau ke Asia.
Jejak Panjang Bersama Manchester United
Nama Jesse Lingard tak bisa dilepaskan dari Manchester United. Ia menghabiskan 22 tahun kariernya di klub tersebut, mulai dari akademi hingga menjadi bagian tim utama. Total 232 penampilan dicatatkannya dengan seragam Setan Merah di berbagai kompetisi.
Selama membela United, Lingard turut merasakan sejumlah prestasi. Ia menjadi bagian skuad yang menjuarai Piala FA, Liga Europa, serta Piala Liga Inggris. Momen ikoniknya di final Piala FA 2016 masih dikenang sebagai salah satu kontribusi penting dalam kariernya.
Namun, akhir perjalanannya di Old Trafford tidak berjalan mulus. Perpisahan Lingard dengan United berlangsung kurang harmonis, bahkan keluarganya sempat melontarkan kritik keras kepada manajemen klub. Mereka menilai Lingard tidak mendapatkan penghormatan perpisahan yang layak setelah pengabdian panjangnya.
Situasi tersebut menjadi titik balik yang mendorong Lingard mencari tantangan baru di luar Manchester United.
Petualangan Singkat Namun Berarti Di Korea Selatan
Selepas meninggalkan Inggris, Lingard sempat bergabung dengan Nottingham Forest sebelum membuat keputusan mengejutkan dengan hijrah ke Korea Selatan. Kepindahannya ke FC Seoul sempat mengundang sorotan besar karena ia menjadi salah satu rekrutan paling mahal dalam sejarah K League.
Tekanan langsung dirasakan Lingard sejak awal kedatangannya. Ekspektasi tinggi membuat performanya berada di bawah pengawasan ketat publik dan media. Bahkan, pelatih Kim Gi-dong sempat mempertanyakan etos kerja sang pemain di fase awal.
Meski demikian, Lingard perlahan membalikkan situasi. Ia mulai menunjukkan kualitasnya dan menjadi sosok penting di dalam tim. Dalam total 66 penampilan bersama FC Seoul, Lingard mencatatkan 18 gol dan 10 assist, kontribusi yang cukup signifikan.
Kepercayaan klub terhadapnya pun meningkat, hingga akhirnya Lingard dipercaya mengenakan ban kapten. Peran tersebut menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pemain asing bintang, tetapi juga figur pemimpin di dalam skuad.
Perpisahan Emosional Dengan FC Seoul
Saat mengumumkan kepergiannya dari FC Seoul, Lingard menyampaikan pesan emosional melalui media sosial. Ia mengakui bahwa keputusan meninggalkan klub tidaklah mudah, mengingat banyak pengalaman berharga yang ia rasakan selama dua musim di Korea Selatan.
Lingard mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada klub, rekan setim, staf pelatih, serta para suporter yang mendukungnya sejak hari pertama. Ia menegaskan bahwa perjalanan di Asia telah memberinya perspektif baru, baik sebagai pesepak bola maupun sebagai pribadi.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi Lingard sebelum kembali ke Eropa. Ia dinilai lebih matang dan siap menghadapi tantangan baru, terlepas dari usia yang kini memasuki kepala tiga.
Serie A Sebagai Panggung Pembuktian Baru
Dengan negosiasi yang semakin intens, Serie A kini tampak sebagai destinasi paling masuk akal bagi Jesse Lingard. Kompetisi Italia menawarkan lingkungan kompetitif yang tetap bergengsi, sekaligus peluang bagi pemain berpengalaman untuk berkontribusi secara signifikan.
Bagi Lingard, kepindahan ini bukan sekadar comeback, tetapi juga ajang pembuktian. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa setelah menjalani fase karier yang berliku.
Jika kesepakatan tercapai, Serie A bisa menjadi panggung baru bagi Lingard untuk menulis cerita lanjutan dalam perjalanan panjangnya. Dengan pengalaman, mentalitas, dan motivasi yang masih terjaga, sang gelandang berpeluang kembali mencuri perhatian publik sepak bola Eropa.